Standar ISO 22000 Versi Terbaru

Standar ISO 22000 Versi Terbaru

training-haccp-disi-training-center

training-haccp-disi-training-center

Baca Perubahannya.

Standar keamanan pangan Standar ISO 22000 pertama kali diterbitkan pada 2005. Sehingga dikenali sebagai Standar ISO 22000:2005 series. Saat ini standar ISO 22000 tengah diperbaharui dan kini telah terbit draft internasional standard (DIS) ISO 22000.

Perubahan standar keamanan pangan ISO 22000 dimaksudkan untuk menyesuaikan isu-isu terbaru seputar standar keamanan pangan (food safety). Utamanya berkaitan dengan perubahan ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001:2015, yang telah terbit pada september 2015. Di dalam ISO 9001:2015 memasukkan manajemen resiko secara komprehensif sebagai isu utama.

Menurut situs resmi ISO, perubahan ISO 22000 versi terbaru tidak begitu signifikan.  Isi perubahan meliputi :

  1. Standar ISO 22000 versi terbaru mengadopsi struktur High level Structure (HLS) atau struktur yang mayoritas digunakan oleh standar manajemen ISO yang lain seperti sistem manajemen mutu ISO 9001.
  2. Standar ISO 22000 versi terbaru menyediakan konsep terpadu khususnya mengenai risk.  Pada standar terbaru dijelaskan 2 risk : a. pengertian risk pada tataran operasional (atau risk dalam HACCP).  b. risk dalam tataran strategis perusahaan (business risk). Business risk ini berasal dari ISO 9001:2015.
  3. Standar ISO 22000 versi terbaru menerangkan konsep Plan-Do-Check-Act  (PDCA) pada level operasional dan strategis.
  4. Standar ISO 22000 versi terbaru memuat pengertian yang jelas tentang : a. Critical Control Points (CCPs), b. Operational, c. Prerequisite Programmes (OPRPs) and Prerequisite Programmes (PRPs).

Standar ISO 22000 versi terbaru akan dirilis pada Juni 2018.

Ingin tahu tentang perubahannya, silahkan ikuti training kami.

Hubungi : 08568096741.

Atau kirim korespondensi via email : info@disitrainingcenter.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Hubungi Kami